Leadership.co.id Siak | Sat Reskrim Polres Siak terus mengintensifkan penyelidikan terkait kematian dr Alex Cristo Loris. Hingga Kamis 23 Juli 2026, proses penyelidikan telah dilakukan dengan asistensi Dit Reskrimum Polda Riau.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos P, SH, MH mengatakan, penyidik telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan jenazah. Jenazah kemudian dikirim untuk otopsi. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik. Barang bukti lain juga telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda.
Polisi juga sudah mengamankan seluruh rekaman CCTV sejak korban keluar dari RSUD hingga menuju TKP. Rekaman tersebut didapat dari 2 sumber dan telah dijadikan barang bukti.
Pemeriksaan saksi telah dilakukan terhadap security dan pegawai RSUD, 2 dokter pembimbing residen anestesi RSUD, 1 dokter residen anestesi RSUD, dan istri korban. Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap rekan sejawat korban di FK UNRI, staf akademik dan staf bagian keuangan FK UNRI. Selain itu, 2 rekan korban di Maluku yaitu 1 bidan dan 1 dokter juga sudah memberikan keterangan.
Untuk alat komunikasi, 1 unit handphone milik korban telah dibuka secara manual dengan bantuan istri korban dan disaksikan orang tua serta abang korban. Beberapa item dan aplikasi yang tidak bisa dibuka telah dikirim ke Labfor untuk pemeriksaan.
Berdasarkan temuan barang bukti, keterangan saksi, dan data dari handphone korban, penyidik juga melakukan pemeriksaan psikologi forensik. Sat Reskrim telah meminta bantuan ahli dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau. Prosesnya sudah dimulai dengan wawancara kepada saksi serta analisis barang bukti.
AKP Raja Kosmos berharap penyelidikan dapat segera selesai dengan berpedoman pada prinsip keilmuan agar menghadirkan fakta kebenaran terkait penyebab kematian korban.
“Kami terus bekerja melakukan upaya penyelidikan. Kami harap dukungan masyarakat agar proses ini berjalan baik dan mohon masyarakat tidak resah. Kita jaga harkamtibmas di Kabupaten Siak,” ujarnya.
Terkait perkembangan perkara, Sat Reskrim juga terus mengupdate informasi umum penyelidikan kepada Ibu Bupati sebagai Kepala Daerah agar situasi daerah tetap tertib dan aman. (Fp)






